Dialog Hati, Dialog dengan Fikiran Sendiri, Muncul dari Berbagai Kondisi, tidak Selamanya Ia Nyata, tidak juga hanya Fiktif Belaka

1/4/08

Membunuh Keangkuhan

Keangkuhan telah membuat keterpurukan dari hari-hariku, siang dan malamku , karenanya ku hanya ingin membunuhnya, menggantikan semuanya dengan sebuah keikhlasan, dan kesyukuran atas nikmat yang tak terhingga yang diberikan olehNYA.

keadaan yang baru, yang begitu asing bagiku telah membuat tinggi hatiku, merasa yang terbaik, enggan bertegur sapa, enggan bertutur kata, enggan berbuat dan tertawa, yang ada hanyalah seulas senyum yang sering menghias wajahku. tidak ada nilai kebahagiaan, tidak ada nilai kesyukuran, padahal, begitu banyak nilai kesyukuran yang harusnya kupanjatkan terhadapNYA. begitu banyak hal yang harus kubenahi, begitu banyak hal yang harus kuperbaiki, tapi apa yang terjadi???

Tanpa kusadari, ternyata aku sudah merasa kian tinggi, membanggakan diri, memandang rendah pada dunia yang telah melindungi dan membuat kenyamanan hidup ini, mengingkari setiap nilai kebaikan yang disodorkan, menolak setiap keikhlasan yang pernah dikecap dari orang-orang yang pernah singgah dalam hidup ini.

Kini aku hanya ingin membunuh keangkuhan yang semakin hari semakin menampakkan diri, semakin berani mencaci maki, semakin merasa tinggi dan memandang rendah terhadap yang lainnya, semakin inkar pada setiap nilai kebaikan yang pernah ada.

tidakkah aku sadar???
akan semuanya??

Menyesali diri, memperbaiki diri, kembali ke fitrah bahwa aku hanya seorang insan biasa yang seharusnya selalu tampil sederhana, dan bersyukur atas semuanya.............

No comments: