Dialog Hati, Dialog dengan Fikiran Sendiri, Muncul dari Berbagai Kondisi, tidak Selamanya Ia Nyata, tidak juga hanya Fiktif Belaka

1/11/09

Surat Untuk Sahabat

Sahabat dunia dan Akhiratku…..
Hari ini dan ketika aku masih diberi kesadaran untuk meminta maaf padamu dan berucap ampun pada Allah SWT. Izinkan aku untuk memohon maaf dari hati dan kesadaranku. Maafkan aku yang selama ini selalu memberikan pandangan yang selalu kau ikuti, maafkan aku yang selalu memberikan pandangan rasa kekecewaan yang mendalam atas laku orang-orang disekitar kita selama ini.

Maafkan…………
Maafkan sahabat…
Sesungguhnya aku hanyalah seorang daif yang tidak seharusnya selalu kau turuti, hanyalah seorang yang bodoh yang sekali-kali pantas untuk kau ingatkan. Seorang yang sudah terlalu banyak menghadapi kepahitan hidup sehingga seakan ketika kuhadapi keadaan yang sama, seakan semuanya terbayang dengan jelas dihadapanku, padahal aku tidak seharusnya begitu, mendahului segala kehendak Allah.

Sahabatku, Aku tau kamu orang baik
Aku tau kamu punya kejernihan fikiran, sangat berbeda denganku
Karenanya,
Akan sangat wajar bila engkau ingatkan ketika aku khilaf, ketika aku marah,
Tidak seharusnya kulakukan itu, karena Allah selalu akan membalas segala laku yang mereka berbuat terhadap kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah kesyukuran atas segala nikmat dan karuniaNYA, dan memohon kekuatan atas segala derita dan kepahitan hidup yang kita hadapi selama ini.

Sahabatku, aku tau engkau lebih baik dan lebih bisa berfikiran jernih atas segala masalah yang ada dihadapan kita selama ini. Sahabatku, kita akan selalu kuat ketika kita selalu mengingatkan dalam hal kebaikan, kita juga akan selalu mampu menghadapi semua ini ketika Allah mengirimkan engkau padaku untuk menemani langkah yang sulit ini. Demikian juga halnya Allah telah mengirimkan aku untuk selalu berada di sampingmu ketika engkau susah, ketika kita susah.

Sahabatku, bukankah niat kita untuk berada di tempat ini untuk merubah hidup kita kejalan yang lebih baik?? Karenanya aku percaya sahabatku, Allah akan tunjukan jalan untuk kita selama kita tidak lupa untuk memohon pertolongan dariNYA. Bukan malah meminta pertolongan dari hambanya yang sama lemahnya dengan kita.

Sahabatku, aku begitu bersyukur berada bersamamu dalam segala rasa susah dan senang kita, dalam segala masalah dan kebahagiaan kita, dalam segala sedih dan tawa kita. Aku bersyukur pada Allah atas segala nikmat yang iya kirimkan lewat orang-orang yang tidak pernah kita sangka sebelumnya.

Sahabatku, saatnya kita meyakinkan diri, menyerahkan semuanya pada Allah, Allah pasti akan memberikan jalan untuk kita, lupakan segala masukkan yang pernah ku sampaikan hingga mengotori fikiranmu, maafkan aku, aku tau fikiranmu sangatlah jernih, biarkan aku membasuhnya dan mengembalikannya ke kesucian semula. Sahabatku jangan lagi mudah terpengaruh terhadap fikran-fikiran yang aku utarakan yang mendahului kuasa Allah, ingatkan aku sahabatku jika kelak aku mengulanginya kembali.

Sahabatku, biarlah di hati kita hanya ada Cinta, Maaf, Perjuangan, Keikhlasan, Kerendahatian, Keramahtamahan, Senyum, Rasa syukur, dan Semoga Kita siap menghadapi apapun yang Allah tentukan untuk kehidupan kita esok, Semoga kita mampu menjalani setiap peran yang telah disusun oleh sang sutradara yaitu Allah SWT.

For My Lovely Friend
(It must be I post several month ago) :)
Today, everything has been better than before already.
But, Please.. Allow me to put it here, key :)

Picture source: http://www.hotprofilegraphics.com/

Read More......

An Introvert - Nasihat Untuk Hati

Apa yang terjadi denganku, kenapa aku begitu egois terhadap diri sendiri, kenapa aku tidak pernah memperdulikan logika yang sering meronta?? Kenapa aku hanya perduli dengan hati, kenapa hanya ia yang menginginkan untuk dipenuhi kebutuhannya.. Kasian logika, sudah lama ia dinomorduakan, sudah lama ia dibiarkan diam dan tak mampu melawan keinginan hati yang selalu berteriak menuntut untuk selalu diperhatikan dan dimanja.

Kasian logika, yang kali ini sedang menuju masa kegelapannya, karena ia tidak dipekerjakan secara sempurna, kini lorong gelap mulai hadir dan menyertai langkahnya, kasian logika karena kali ini ia tidak mampu bekerja optimal karena selalu kalah untuk bersaing dengan hati yang selalu mendahuluinya, kenapa??

Sampai kapan hati?? Sampai kapan engkau akan mencoba menyingkirkan fungsi logika yang sebenarnya sangat kubutuhkan untuk selalu bersanding denganmu, memenuhi kewajiban kalian berdua agar jalan yang aku lalui seimbang. Kenapa kalian selalu berselisih?? Apa salahku sehingga kalian tidak mau berdamai?

Hati, saat ini aku benar-benar tidak bisa membiarkanmu lagi, aku tidak bisa membiarkanmu mengombang-ambingkan logikaku, karena aku memerlukan kalian berdua untuk bekerjasama dengan kompak, agar segala tujuan dapat tercapai sesuai keinginan dan cita-cita kita. Sudahlah, tidak ada gunanya lagi kita terus-terusan berdiskusi untuk hal-hal yang tidak penting, saatnya kamu instirahat hati. Aku tau kamu kelelahan, aku tau kamu sedang tidak bisa berlaku sempurna sesuai keinginanku. Aku tau banyak hal yang sudah membuatmu semakin lemah dan semakin kehilangan arah. Ku akui hati, kadang aku lupa memberimu vitamin, sehingga engkau kelihatan kurang ceria, kadang aku memberimu berlebih, sehingga itupun membuatmu bertanya-tanya kenapa aku tidak bisa commit untuk memberi takaran yang sesuai dengan apa yang engkau butuhkan. Entahlah hati, aku benar-benar minta maaf untuk semuanya, minta maaf atas lalaiku dalam memberi nutrisi yang sebenarnya sangat engkau butuhkan.

Tapi, please mulai hari ini dan hari-hari berikutnya, jangan ngulah lagi yach!! Berdamailah.. berdamailah dengan logika, agar kalian berdua mampu membuatku berdiri dan berjalan seimbang, agar segala fungsi yang ada di diri ini akan bekerja sempurna jika kalian berdua mau bekerjasama, dan tidak ada yang saling mendahului lagi. Agar semua yang kita jalani akan terlaksana sesuai rencana.

Hati, tidak perlu lagi memikirkan hal-hal yang tidak berguna, hakikat hidup kita adalah kesendirian, maka berusahalah untuk menikmati dan menjalani semuanya sendiri, segala halang dan rintangan yang ada dihadapan kita, kita coba hadapi bersama yach! Kita tidak perlu melibatkan siapa-siapa untuk mencapai segala yang kita inginkan.

Hati, biarlah dialog ini berakhir disini, kali ini aku mohon dengan sangat untuk pengertianmu, berhentilah memikirkan hal-hal yang ada diluar sana, karena saat ini kita punya tugas berat yang mesti segera kita kerjakan dan kita selesaikan. Tidak perlu lagi memikirkan hal-hal yang ada diluar sana, karena mereka hanya akan membuat jalan kita menjadi tertunda.

Hati, penghormatan diri sendiri akan berimbas pada penghormatan terhadap orang sekitar dan lingkungan kita, maka dari sekarang hormatlah dan hargailah dirimu sendiri, hargailah teman seperjalananmu, yaitu logika, karena kamu tidak akan mampu berjalan tanpa dia , berdamailah kalian berdua yach…

Kau datang menyejukkan diriku, menikam hatiku, detak jantungku, sesungguhnya ku tak inginkan dirimu, di tempat ini. dipelupuk hatiku melupakanmu, dipusara jiwaku pernah ku memiliki kisah tersembunyi dalam hidupku.
Mengapa kau harus datang disini, malam ini, tak bisa aku hindari
Maafkan bila kumenafikkanmu, bukan saatnya dan bukan waktunya (quote from Padi)

Gambar: Myspace.com

Read More......

1/5/09

Cerita tentang Awan

Tuhan, terima kasih atas jawaban doa yang kupanjatkan di akhir sujud malamku, Tuhan terima kasih untuk telinga yang selalu Engkau sediakan untuk mendengarkan rintihan, kesedihan dan pintaku. Lagi-lagi aku begitu lemah dihadapanMU, aku begitu merasa kecil dan merasa belum cukup untuk berterima kasih untuk semua perhatian dan jawaban doa-doa yang Engkau berikan.

Tuhan, saat ini dia telah memaafkan aku, dan aku merasa itu lebih dari cukup Tuhan, Alhamdulillah untuk semua ketentuan yang Engkau berikan atasku.

Ya Allah aku yakin sepenuhnya jika Engkau akan memberikan yang terbaik buat hambamu, bukan yang terbaik dimataku, karena pandanganku bisa saja salah, sementara Engkau tidak pernah salah…

Kamu memang telah jauh wan, masih terdengar suara ketika kau ucapkan rindu walaupun dihatimu sudah tiada aku. Karena aku masih begitu merindumu, dan aku tak mampu merubahnya. Sesungguhnya kaulah yang aku inginkan tapi kita tidak bisa berjalan bersama, terlalu banyak pandangan yang berbeda, terlalu banyak sakit yang telah tercipta, namun rasa ini harus juga tenggelam di relung hati, dan aku tak mampu mengambilnya lagi dan meletakkannya ke permukaan, biar gelombang yang datang menghempasnya dan membawa namamu pergi ke laut luas. Lalu ku mencoba memohon pada angin, agar hembusannya yang kencang mampu membawa sebait nama itu dari hati ini, namun terang saja angin juga tak mampu melakukannya untukku. Ia sudah begitu melekat dan terukir indah di sana, di sisi hati yang seharusnya ku biarkan kosong, hingga akhirnya Tuhan mengirimkan nama yang benar-benar tepat untuk memiliki sebentuk hati itu. Lalu akupun berteriak pada awan, semoga gumpalannya yang berubah jadi hujan yang deras, akan mampu membuatnya basah dan membuat nama mu menjadi samar, yang pada akhirnya akan hilang pelan-pelan. Namun ternyata awanpun enggan melakukannya untukku. Karena terlalu dalam ku menyimpannnya, terlalu indah ku mengukirnya, terlalu nyaman ruang yang tersedia untuk sepenggal namamu itu wan, hingga ia tak mau berpindah sedikitpun dan meninggalkanku sendiri. Akhirnya aku hanya mampu membiarkannya disana, biarlah ku serahkan pada waktu, biarlah waktu yang mengatur ritme irama denyut nadi, yang mungkin akan membawanya pergi bersama ku dari dunia ini.

Dan malam ini wan, aku ingin sekali menuliskan sesuatu tentang mu, tapi lagi-lagi tanganku terasa kelu, lagi-lagi kerongkonganku terasa sakit, lagi-lagi tulisan-tulisan pada layar monitor jadi berbayang-bayang dan tak tampak jelas oleh pandanganku, karena lagi-lagi air mata ini tak bosan-bosannya untuk tumpah, mengalir begitu saja tanpa diminta, kala bayang masa lalu kita harus pula terlintas di benakku.

Tapi biarlah sisa malam ini, disela rasa kantuk yang sudah mulai mengganggu jelasnya pandanganku, ku paksakan diri untuk menumpahkan semua tentang mu dan tentang kita, karena aku sudah mulai lelah untuk semuanya, lelah menjalani hari-hari karena selalu diikuti bayangmu. Biarlah sekelebat bayang, segudang asa yang terbawa bersamamu, sebentuk kenangan, segala kepahitan di perjalanan kita, canda tawa yang selalu engkau lontarkan, janji-janji yang telah teringkari sebelum tiba waktunya untuk ditepati, sebesar-besarnya maaf yang sudah aku berikan, kuurai menjadi bait-bait kata disini, semoga tidak akan bersisa lagi di rongga dada dan di ruang memori yang akan lebih pantas untuk ketempatkan sesuatu, yang berguna di sisa hari-hari yang masih disediakan olehNYA untukku.

Awan, perjalanan antara kita memang sangat singkat dan penuh dengan bahagia dan air mata. Dan kita juga telah berpisah sejak 1 tahun lamanya. Namun semuanya masih tergambar dengan jelas di benak ini, izinkanlah malam ini ku buang semuanya wan, karena aku fikir tidak ada gunanya lagi ia tinggal bersamaku, karena semuanya hanya akan membuat langkahku semakin berat untuk ku ayunkan, karena semuanya hanya membuat waktuku terbuang, yang seharusnya kumanfaatkan untuk memikirkan yang lain, dan karena semuanya seharusnya memang telahpun hilang, dan terkubur bersama pahit dan manisnya hari yang kita jalani, dan kini semuanya sudah menjadi history dari sebuah perjalanan yang kita jalani, kau dan aku.

Awan, semuanya masih bisa ku urai dengan kata, rentang waktu yang sudah kita jalani bersama. Teringat pertama sekali Allah mempertemukan kita, di sebuah toko sederhana, ketika benda kesayanganku mengalami sedikit gangguan, dan aku tak mampu mengatasinya, dan akupun harus datang ke toko itu, toko yang menjadi tempat kita bertemu untuk kali pertama. Kala itu ketika aku sedang berbicara dengan salah seorang customer services di sana, rupanya ada sepasang mata yang memperhatikanku dengan begitu seksama, hingga temanku tanpa sadar mengatakan tepat dihadapanmu. Tuch cowok lagi liatin kamu dari tadi… Yach bagiku itu biasa, aku tidak menggubris obrolan teman yang mengatakan kalau kamu sedang memperhatikan aku. Hingga akupun berlalu dari toko itu. Tiga hari berikutnya ketika si benda kesayangan telah sembuh, akupun harus menjemputnya lagi ke toko itu, hari itu aku tidak menemukanmu disana.

Pulang kerumah, akupun mencoba mengoperasikan si benda kesayangan, namun ternyata tidak ada perubahan, dia masih saja sakit dan gak bisa bekerja sempurna untuk menolongku dalam menyelesaikan pekerjaan. Hingga kuputuskan untuk kembali ke toko itu, dan setibanya disana Allah mempertemukan kita, karena rupanya hanya ada kamu di toko itu wan, dan mau tidak mau aku harus menyampaikan keluhan si benda kesayangan kepadamu. Dan hari itu aku tau kalau kamu adalah salah satu karyawan disana. Dan kamu bilang, tinggalin aja nomornya ntar klau udah selesai biar aku telephone, biar gak bolak-balik kemari, katamu. Dan akupun menyetujuinya. Keesokan harinya ketika ada sebuah program yang harus ditambahkan di benda kesayangan tersebut, aku mencoba mengirimkan pesan, dan engkau menjawab pesanku dengan sebait kalimat “Affirmative with I can” ditutup dengan sebuah icon senyuman disana. Entah kenapa kala itu aku tersenyum ketika membaca pesan itu. Namun itu hanya sementara, selanjutnya akupun terlupa dan kembali diingatkan oleh segudang pekerjaan yang harus aku selesaikan pada hari itu.

Keesokan harinya, aku menerima telephone kamu yang mengatakan kalau si benda kesayangan sudah sembuh dari sakitnya, dan kamu bisa menjemputnya sepulang dari kerja, katamu. Dan akupun mengucapkan terima kasih di akhir pembicaraan kita hari itu. Dan sore itu ketika pulang dari kerja, aku mencoba mencari seorang teman yang bisa menemaniku untuk menjemput si benda kesayangan, namun pada hari itu tidak ada seorangpun yang sedang ada di rumah, mau tidak mau aku harus pergi sendiri untuk menjemput si benda kesayangan dari toko itu. Dan sesampainya disana ketika aku ingin membawa pulang si benda kesayangan, terang saja aku tidak bisa membawanya pulang sendiri, dan engkaupun menawarkan diri untuk membantuku membawanya pulang. Dan diakhir pertemuan aku berucap terima kasih atas bantuan kamu. Itulah kali pertama pertemuan kita dipertengahan dua tahun yang lalu.

Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa, dan engkau sudah mulai berani menyapa di kala pagi ataupun senja, dan satu masa, ketika aku berjalan bersama teman-temanku, engkau sempat menyapa lewat pesan singkat yang menanyakan aku hendak kemana, kujawab seadanya kalau aku akan menghabiskan senja di sebuah kafe bersama teman-temanku, menikmati udara sore sambil menghilangkan kepenatan setelah seharian bekerja. Dan akan pulang setelah ibadah magrib dan makan malam bersama, kala itu engkaupun mulai berani berucap canda, duch makan gak ngajak-ngajak ya, katamu. Dan aku tanggapi juga dengan keramahan ku seperti biasa aku lakukan pada orang baru yang aku temui. Iya, boleh nanti kapan-kapan kalau kita punya waktu. Ungkapku diakhir rentetan pesan singkat di senja itu.

Ternyata pesan itu bukan hanya isapan jempol semata, dua hari setelahnya tiba-tiba aku menerima pesan singkat dari kamu yang menanyakan kapan aku punya waktu luang untuk bisa bertemu dan menikmati sore, sebagaimana kebiasaan orang-orang di kota kita dalam mengisi penghujung hari setelah selesai dari pekerjaan. Dan akupun menyambut dengan hangat, kalau dalam minggu ini aku punya waktu setelah ashar dan sampai tibanya waktu magrib, kita bisa manfaatkan waktu tersebut buat ngobrol bersama sekedar mengetahui sedikit latar belakang tentang kita.

Itulah kali pertama aku dijemput lelaki setelah sekian tahun aku berada di kota ini, dengan perasaan bercampur aduk, merasa bersalah, berdosa pada pandangan yang telah aku jalani selama sekian tahun, perasaan senang dan semuanya seolah saling berebutan menuntut untuk diprioritaskan. Sore engkau membawaku ke sebuah persinggahan anak muda yang masih terletak dibilangan kota banda. Kita sempat berbicara panjang lebar, sedikit tidak menyangka kita bisa dekat secepat itu, seolah tidak ada rasa sungkan diantara kita, kita dekat tepat di pertemuan pertama, dan hari itu kita banyak bercerita tentang diri sendiri dan latar balakang kita. Dan akupun tahu kalau kamu bukan hanya seorang karyawan di sebuah toko sederhana di jalan menuju rumahku, tetapi juga masih berstatus mahasiswa tingkat akhir yang juga masih satu universitas denganku.

Menariknya ternyata kita masih satu angkatan, hanya saja aku sudah duluan menyelesaikan kuliahku sejak hampir dua tahun yang lalu. Engkau menjadi tertunda karena sempat tidak aktif selama beberapa saat karena bekerja. Begitu katamu. Dan diakhir hari itu, entah kenapa aku menemukan kekhawatiran dimatamu, kekhawatiran kalau aku akan meninggalkanmu sebelum engkau sempat mengenalku lebih jauh, kala itu aku juga sempat heran, padahal kita hanya berniat saling ngobrol sore itu, tapi entah kenapa seperti ada suatu ketertarikan diantara kita hingga bias itupun jelas terlihat dimatamu ketika kamu akan mengantarku pulang.

Begitulah kali pertama, dan seterusnya kita jadi sering komunikasi lewat pesan singkat dan telephone, tidak jarang juga bertemu menghabiskan sisa senja dan menyambut datangnya malam di berbagai tempat yang berbeda. Kita juga sering menghabiskan hari libur bersama, menyaksikan derai ombak, desiran angin pantai yang terdengar di helai daun cemara, menyaksikan canda tawa orang-orang yang kebetulan berada disekitar kita. Semua itu masih terekam dengan jelas di benak ini wan. Kala kita memulai bercerita, merancang hari depan, tentang apa yang akan kita lakukan, saling menguatkan jika salah satu dari kita sedang lemah, lelah, atau berduka. Saling mengingatkan ketika kita goyah, dan sedikit depresi dengan situasi yang kita hadapi dan peran yang kita lakoni setiap hari.

Berbagi sama rata, bercerita seadanya, saling mengenal satu sama lain lewat gerak, tingkah dan ucapan, bahkan tidak jarang kita berselisih tentang hal-hal kecil yang membuat kedekatan kita semakin erat dan seperti tidak akan terpisahkan. Semua tempat seakan menjadi saksi kedekatan kita kala itu, akupun tidak sunkan lagi berjalan beriringan bersamamu. Padahal keadaan ini benar-benar baru buat ku, sudah lama sekali aku tidak pernah membayangkan lagi bakal berjalan beriringan dengan orang yang kusebut sebagai pengisi hati. kamu begitu menghormati aku wan, kamu begitu menjaga aku, engkaupun tidak pernah perduli dengan masa lalu aku sepahit dan sehitam apapun itu, mungkin itulah sebabnya secara berlahan tapi pasti aku mulai menyukaimu, diantara sadar dan tidakku, yang sebelumnya kehadiranmu hanya kuniatkan sebatas teman biasa, hingga pada endingnya akupun begitu merasa kehilangan ketika kita harus mengakhiri semuanya.

Wan perjalanan waktu serasa kian cepat, tidak terasa kebersamaan kita sudah hampir setengah tahun lamanya, semuanya terasa menyenangkan, namun tidak jarang juga berubah menjadi menyakitkan bagimu karena egoku yang terkadang membuatmu terheran dan kelelahan menyikapinya. Kala itu mungkin engkau berfikir kalau aku hanya menjadikanmu sebagai pengisi waktu senggang, karena aku tidak pernah memperlihatkan kalau aku benar-benar sayang padamu dari sikap dan caraku menghadapimu. Entahlah wan, kala itu aku berprinsip kalau aku tidak mau bermanis-manis dengan siapapun yang menginginkanku, termasuk kamu. Karena aku hanya takut kalau semuanya tidak akan engkau dapati ketika kita sudah saling memiliki, atau karena aku masih menyisakan rasa sakit, yang disebabkan oleh kehadiran seseorang yang sempat singgah beberapa saat dihidupku, namun kebersamaan kami tidak bisa dilanjutkan karena terlalu banyak yang harus dipertimbangkan, kami hanya punya rasa dan pengertian selebihnya tidak ada yang bisa dijadikan pegangan untuk jalan bersama menjalani sisa hari yang dianugrahkan oleh Tuhan.

Wan, engkau hadir dikala aku sedang galau, galau oleh rasa yang tumbuh tanpa aku sadari kepada seseorang yang telah banyak becerita tentang kisah dan beban hidup yang ia jalani. Kala itu aku sempat menjadi temannya, mungkin terlalu banyak kepahitan yang terlanjur diperdengarkan padaku, dan juga sikapnya dalam menghadapi siapaun yang teramat manis dan tidak pernah kutemui sebelumnya, membuat rasaku tumbuh begitu besar terhadapnya, padahal itu terlarang karena perbedaan keyakinan yang pandangan membuat kami tidak mungkin mewujudkan rasa itu menjadi sebuah kebersamaan, hingga kamipun harus saling menyakiti agar bisa saling melupakan satu sama lain.

Namun sikapnya yang terlalu manis dalam memperlakukanku, membuatku menempatkan namanya diurutan teratas dari orang-orang yang pernah kutemui. Dan begitu sulit aku mencoba untuk melupakannya saat itu, aku begitu kehilangan, namun juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena kami berpisah karena ketidakmungkinan untuk jalan beriringan.

Disaat itulah wan, engkau hadir menawarkan seteguk air ditengah dahagaku. Kamu seperti kerlip bintang di tengah rintik hujan, menghapus derai air mataku yang tumpah hampir setiap malam, mencoba menawarkan perhatian kala aku benar-benar ingin sendiri dan tidak menginginkan kehadiran siapapun di perjalanan hidup ku berikutnya. Namun caramu yang teramat halus, dan bersahaja membuatku tak kuasa menolak setiap uluran perhatian yang engkau tawarkan. Hingga tanpa disadari aku mulai kehilangan jika sehari saja engkau tidak menyapaku. Menawarkan seulas senyum ditengah pedih yang sedang melanda kehidupanku, hingga saat itu aku hanya terdiam dan tidak pernah menanggapimu dengan rasa yang aku punya.

Wan, maaf aku tidak punya rasa itu, aku hanya ingin menganggapmu sebagai teman, namun aku juga tidak akan menolak kemungkinan jika engkau mampu membuatku menumbuhkan rasa itu di hatiku, engkau berhak atas itu wan, karena akupun sudah mulai lelah dengan perjalanan ini, akupun sudah ingin membuat orang-orang terdekatku tidak khawatir lagi, tidak bertanya-tanya lagi bahwa sebenarnya apa mauku? kenapa aku tidak pernah bisa menerima kehadiran pribadi-pribadi yang memilihku untuk berjalan bersama mereka, yang datang silih berganti, maka dari itu, aku beri kamu kesempatan untuk menumbuhkan rasa itu, dan jika engkau berhasil engkau berhak pula untuk memilikinya, tidak usah khawatir, mataku tidak gampang melihat keindahan dari tempat yang lain, berusahalah jika kamu memang menginginkanku. Itulah jawaban atas pengutaraan isi hati di satu hari kala engkau meminta kesediaanku menjadi seseorang yang akan menempati tempat spesial di hatimu. Engkau mencoba menyetujuinya, meski engkau tampak begitu bingung dan berharap kalau jawaban yang engkau terima tidaklah demikian. Namun, engkau mencoba menerima semua itu dengan lapang dada.

Begitulah hari-hari berikutnya, engkau tampak begitu setia menemani hari-hariku, disela kesibukan kita masing-masing yang membuat kemungkinan untuk komunikasi langsung terkadang sering menjadi kendala. Namun, usahamu untuk selalu menyempatkan diri, buat hanya sekedar menemani menghabiskan jam makan siang sebelum akhirnya kita harus kembali ke pekerjaan masing-masing, benar-benar suatu pengorbanan yang sengaja engkau lakukan untukku, sayang aku baru menyadarinya sekarang.

Hari-hari berjalan, semakin hari semakin jelas kalau kita memiliki perbedaan yang tidak mungkin diterima oleh pribadi kita masing-masing. Hingga tidak jarang kita berselisih dan saling diam, itulah awal dari semuanya. engkau mulai pesimis dengan usahamu untuk menaklukkan hatiku. Aku tidak pernah tampak benar-benar bisa menghargai usahamu itu, entahlah akupun tidak tahu kenapa, aku benar-benar egois ke kamu waktu itu. Ditengah kebekuan hubungan kita diakibatkan oleh ego ku dan perbedaan pandangan antara kita, ujian lainpun datang, satu-satunya wanita yang pernah mengisi hari-harimu, dan telah meninggalkanmu 5 tahun lalu, tiba-tiba saja hadir kembali. Engkau mengira kalau ia benar-benar sudah tiada, ia sudah berlalu dibawa gelombang bersama hancurnya hatimu yang telah diciptanya. Hingga engkaupun mencoba mengobatinya hampir 5 tahun lamanya. Begitu katamu waktu itu, di penghujung hari disela desiran angin yang berhembus di helai daun-daun cemara, sebuah pantai untuk terakhir kalinya kita kunjungi bersama. Menikmati santapan khas kota kita, menghirup hembusan angin yang lembut, dan bercerita panjang lebar tentang masa lalumu dan hari depan kita. Kenapa, kok hari ini kamu cerita tentang dia wan?? Apa memang kamu tidak bisa melupakannya, dan ingin kembali padanya? Kataku, kamupun membalas pertanyaanku dengan nada yang meninggi, ngapain sich nanyain pertanyaan yang begituan? Gak, kalau memang kamu mau kembali ke dia, kembalilah, aku tidak bisa menahanmu bersamaku, padahal engkau memikirkan orang lain, kataku lagi. Dan engkaupun hanya menimpali kalau sekarang kita melakukan perencanaan untuk mendekatkan sanak kerabat kita, berhubung karena perjalanan yang kita jalani sudah saatnya untuk maju ke tahapan berikutnya, katamu.

Begitulah, kita menghabiskan hari, dan berbicara panjang lebar sambil sekali-sekali tergelak dan tersenyum bahagia atas tingkah orang yang berada di sekeliling kita, pada saat itu, aku begitu merasa terlindungi berada di dekatmu, karena ketika melihat sekliling kita, tidak ada satupun orang yang bersikap sepertimu dan begitu menghormati aku sebagai perempuan. Engkau benar-benar laki-laki terhormat, ungkapku dalam hati.

Begitulah seterusnya, hubungan kita semakin dekat saja, hingga peristiwa itupun datang diperjalanan kita, seminggu setelah pertemuan kita terakhir aku mendapatimu dingin, menjemputku ke kantor hanya dengan sebuah sapaan, maaf abang telat jemputnya, engkau diam sepanjang jalan, tidak seperti biasanya engkau berkicau sepanjang perjalananan, meski terkadang aku bosan mendengar ocehanmu.
Hari itu engkau benar-benar beda wan, hatiku bertanya-tanya apa sebenarnya yang membuatmu demikian diam sepanjang perjalanan yang kita tempuh menuju rumahku yang menghabiskan waktu hampir 20 menit lamanya. Aku bertanya engkau hanya menimpali, kalau kamu baik-baik saja.

Hari-hari berikutnya, tampak semuanya berubah, aku mulai jarang mendapati deringan handphone atas panggilanmu, aku mulai jarang menerima pesan atas pertanyaan-pertanyaan seputar keseharianku, aku mulai jarang diingatkan untuk segera tidur kala malam, aku mulai jarang dibangunkan kala pagi,
dan jangan lupa sarapan, mengingatkanku untuk berdoa agar Allah selalu memberi kita kekuatan untuk menjalani hari-hari yang tidak selamanya berjalan sesuai keinginan, aku mulai jarang diingatkan jangan terlalu lelah bekerja dan seterusnya. Aku mulai bertanya-tanya ada apa gerangan yang sedang menimpamu, aku mulai mencoba bertanya pada diri sendiri, apakah ada salah yang telah aku lakukan sehingga engkau mendiamkanku. Akhirnya akupun tidak tahan dengan kondisi ini dan mencoba mendesakmu apa yang telah berlaku dengan kita, kenapa engkau mendiamkanku?? Dan engkau mencoba menyembunyikannya kalau tidak ada apa-apa diantara kita, semuanya baik-baik saja katamu.

Begitulah seterusnya, hingga perselisihan antara kita juga tidak terhindarkan, karena engkau mengatakan kalau kita harus mengakhiri perjalanan kebersamaan kita, karena engkau ingin kembali, kembali ke perempuan yang telah membawa separuh hatimu, aku terdiam, marah, kecewa dan tak tau lagi berkata apa. Engkau benar-benar telah membuatku terluka wan, hingga akupun berniat tidak pernah kenal kamu lagi, dan berharap kalau aku bisa melupakannmu buat selama-lamanya. Malam itu aku berjalan meninggalkanmu di tempat pertemuan kita untuk kali terakhir aku berlari dengan deraian air mata yang membuat pandanganku mengabur, mengemudikan kendaraan dengan tujuan yang tak bisa kupastikan, malam itu aku pulang dengan segudang kekecewaan atas apa yang telah engkau perbuat terhadapku.

Kenapa, engkau datang hanya untuk membuatku sakit, terjatuh dan terkulai tak berdaya, engkau datang sebagai penyempurna atas serentetan kekecewaan yang telah diperbuat oleh pribadi-pribadi yang pernah hadir dikehidupanku, Iya wan, engkau telah membuat sakit itu sempurna kini, akupun tidak berniat lagi buat menyembuhkannya, akupun tidak berniat lagi untuk menemukan keindahan dari sorot-sorot mata yang berbeda, kali ini aku benar-benar terkulai tak berdaya, terima kasih engkau hadir disaat yang tepat wan, namun bukan sebagai obat, tetapi sebagai pelengkap kehancuran hatiku yang yang sudah rapuh dan rentan dengan segala bahaya.

Aku tidak pernah menyesal untuk waktu dan perhatian yang kuberikan, namun yang aku sesalkan kenapa engkau berani berjanji sedemikian rupa, namun engkau mampu mengingkarinya dalam waktu sehari?? Entahlah, aku tidak tahu terbuat dari apakah hatimu wan?? Engkau benar-benar membuatku kecewa dan patah arang, namun inilah kenyataan, mau tidak mau aku memang harus terima itu.

Itulah ungkapan ku malam itu, begitulah seterusnya hingga akupun disibukkan dengan aktivitas lain, niatku untuk meninggalkan kota ini benar-benar sudah bulat, mungkin inilah salah satu hikmah yang kudapat dari keretakan hubungan kita wan, aku benar-benar bersemangat buat menjalani semuanya, aku benar-benar ingin segera meninggalkan semuanya, meninggalkan setiap kenangan pahit yang kutemui dari pribadi-pribadi yang terlanjut kutemui di kota ini, dan mencari kehidupan yang lebih indah di tempat yang berbeda.

Hari-hari berjalan, ternyata aku tidak bisa membenci kamu wan, Allah benar-benar tidak memberiku rasa itu, aku benar-benar tidak pernah bisa membenci setiap pribadi yang telah membuatku kecewa dan sedih, aku tetap bersyukur wan, atas ketulusan yang pernah engkau curahkan meskipun itu palsu, biarlah itu hanya kamu yang tahu, namun dimataku tetap saja itu adalah buah ketulusan yang sudah sepantasnya aku hargai.

Hari-hari pertama, berada dinegeri orang, ingatan tentang kampung halaman dan kota yang telah mendewasakanku benar-benar tidak terelakkan wan, dan hari itu suatu pagi, aku mencoba mengirimkan pesan buat sekedar nanyain kabar dan meminta maaf, tak disangka-sangka wan, lagi-lagi engkau menyalahkan aku atas apa yang berlaku dengan hubungan kita, kemanakah hatimu wan?? Engkau telah membuatku terluka, namun engkau tidak pernah menyadari itu, engkau malah menyalahkan aku atas semuanya.

Akhirnya, aku berusaha menghapus semuanya tentangmu wan, aku tidak pantas menghargai kamu atas apapun juga fikirku, bahkan aku tidak berhak untuk menyimpan segala kenangan masa lalu kita, karena itu semua hanya akan membuatku terlarut dalam duka dan kekecewaan terhadapmu. Begitulah wan, aku berusaha menyembuhkan semuanya sendiri, mencoba mengambil hikmah atas semua yang berlaku, tapi engkau benar-benar telah meruntuhkan semua mimpiku tentang keindahan atas pribadi-pribadi yang hadir di waktu berikutnya, aku mulai ketakutan kalau-kalau mereka tidak jauh beda sepertimu, hanya berniat, mengumbar janji dan kemudian menyakiti, sempurnalah sudah wan, sempurnalah luka yang engkau perbuat diperjalananku.

Meskipun demikian, aku tidak pernah benar-benar berhasil melupakan dan membencimu, lagi-lagi logikaku tidak bisa ku ajak kompromi dengan hati, namun jauh sebelum hari ini aku sudah benar-benar memaafkanmu wan, semoga satu saat aku akan tersenyum mendengar kabarmu kalau engkau sudah bahagia dengan jalan yang engkau pilih, semoga….


Tidak Tuhan, cukup sudah waktu setahun aku sisakan buat dia, kini saatnya hamba benahi semua, benahi hati, benahi sikap, cara pandang, dan semua planning yang sempat menyimpang beberapa derajat ke posisi yang tidak diinginkan. Tuntunlah hamba selalu….

Read More......

12/26/08

Pergilah

Pergilah, tinggalkan aku sendiri
Karena aku hanya ingin sendiri saat ini
Menjauhlah, tinggalkan kehidupan ku yang selalu kau ikuti
Aku sudah mulai lelah, aku hanya ingin sendiri saat ini
Menapaki segala sisi hidup yang terasa sangat melelahkan karena selalu dihantui bayang-bayangmu yang seharusnya lenyap bersama malam

Tolonglah, tinggalkan aku sendiri, izinkan aku menata hidup ku tanpa harus dihantui lagi dengan segala bayang pahit dan manisnya hari yang pernah kita lalui dulu.
Aku lelah
Aku benar-benar lelah menjalani semua ini…
Kini, izinkan aku melangkahkan kaki dan melupakan semua tentang kita…
Bukannya aku tidak punya hati ingin berlalu begitu saja, hanya saja izinkan semuanya tentang kita ku kemas di tempat yang berbeda, bukan lagi harus kubawa-bawa yang membuat langkahku semakin berat..

Kamu pasti tau betapa lelahnya hatiku saat ini, kamu pasti tau betapa berat beban yang harus kuhadapi saat ini, disaat aku dihadapkan pada persoalan hidup yang lain, kenapa engkau harus hadir membayangi hari-hariku??
Bukankah semuanya sudah selesai?? Lalu kenapa engkau tidak mau menyelesaikan semuanya??
Bukankah kita sudah membuat keputusan untuk beranggapan tidak pernah saling mengenal?? Lalu kenapa disaat hatiku mulai damai, engkau harus pula hadir lagi dihadapanku??

Pergilah, pergilah bersama berlalunya angin malam ini,
menjauhlah.. menjauh dari hidup dan mimpiku..
Karena aku hanya ingin sendiri..
Karena aku hanya ingin memulai dari awal lagi
Tentu saja, semua yang berlaku tentang kita akan menjadi pelajaran yang sangat berharga dalam kehidupanku dihari-hari berikutnya..
Semoga kisah yang sama tidak akan p ernah terulang, dan semoga kepedihan yang pernah engkau ciptakan atasku, tidak akan pernah kutemui pada orang yang berbeda di hari-hari berikutnya.

Selamat malam, dan Mohon maaf karena aku memang harus melupakan semua tentang kita. Agar aku mampu menyusun langkahku sejalan dengan ritme waktu yang kuhabiskan setiap harinya. Agar aku mampu mensyukuri segala nikmat Tuhan atas hidup yang sangat bermakna ini. Agar aku mampu membuat orang-orang yang selalu mendoakanku disetiap sujud siang dan malamnya tersenyum untuk waktu yang tidak lama lagi..

Selamat tinggal, bantu aku untuk mampu melupakan semuanya yach…

Read More......

12/16/08

Bagaimana Mendownload Musik/ Movie dari Youtube, Multiply dan Imeem

Berikut beberapa Tip untuk mendownload Lagu dari beberapa Sites Music provider seperti Youtube, Multiply dan Imeem. Sebagai catatan bahwa, kecepatan downloading process, bergantung kepada besarnya bandwidth dari Internet yang tersedia. Semakin besar kecepatan internet kita maka akan semakin singkat waktu yang diperlukan untuk mendownload lagu-lagu yang kita inginkan dengan berbagai file extensionnya juga.

Well, tanpa memperpanjang mukaddimah, kita mulai dari Site berikut ini:

A. YOUTUBE.COM

Jika kita ingin mendownload Lagu-lagu dari website ini, caranya adalah:
1) Download Software yang bernama DVDVideosoft dari site address berikut: http://www.dvdvideosoft.com/free-dvd-video-software.htm

2) Klik pada Download Free Studio Entirely (Note. Software ini bukan hanya berfungsi Sebagai Program untuk untuk mendownload Youtube file, akan tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk merubah extensi file menjadi file yang berextensi lain.

3) Setelah download process selesai, selanjutnya tinggal di Install.

4) Apabila proses instalasi selesai, maka tinggal melangkah ke site www.youtube.com

5) Pada kotak search tinggal di ketik kata kunci lagu yang diinginkan, Misalnya: Bantulah Aku Add URLs

8) Vaste site address youtube yang sudah di copy tadi --> Klik Add, tentukan format file yang kita inginkan, tentukan kita folder dari file yang akan kita simpan --> Klik Download

9) Selesai

B. MULTIPLY.COM

C. IMEEM.COM


Read More......

12/14/08

Jika Kita Harus Saling Melupakan?

Kalaupun aku harus melupakan semuanya, paling tidak saat ini aku sudah bisa merangkai cerita tentang kita dari perjalanan panjang dan singkatnya kebersamaan yang kita lalui bersama.

It didn't finish yet...

Read More......

12/13/08

Catatan Perjalanan

Akhir-akhir ini banyak hal yang berlaku, namun sepertinya tidak satupun tergambarkan dengan sempurna oleh fikiranku yang selalu bercabang dan memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu kufikirkan, entahlah, ku coba jalani saja apa adanya. seperti air mengalir dari hulu ke muara, jika memang aral mencoba menghalang di tengah perjalanan, kan ku coba mencari celah agar perjalanan ini tetap bisa kujalankan jikapun tidak bisa kubuat sempurna, paling tidak aku bisa merasa puas dengan semua hasilnya, semoga...

Inti dari tulisan malam ini mungkin tidak bisa kugambarkan dengan pasti, namun kucoba merangkai semuanya agar mudah dicerna dan bisa ditarik kesimpulannya. kali ini ku hanya ingin bercerita tentang sisi perjalanan-perjalanan yang kulakukan sejak kepulanganku ke negeri ini.

Ku pulang tepatnya tanggal 16 September 2008 mendarat di bandara Dao Yuan, sekitar pukul 7.30 malam dengan penerbangan China Airlines. Sempat bermalam di Kuala Lumpur selama 1 malam. Alhamdulillah tiba dengan selamat, meski saat itu cuaca di taiwan masih tidak menentu dan masih dalam suanasa Typhoon yang melanda negeri ini selama hampir seminggu lamanya. ALhamdulillah pada hari kedatanganku angin topannya udah mereda.

Kami dijemput sama beberapa teman yang datang bersama mobil jemputan dari kampus. Hmm, Malam pertama di dorm, kuhela nafas dalam-dalam, berucap selamat bertemu kembali ruanganku tercinta, tempat ku mengukir mimpi, menikmati segala bentuk suka dan duka yang harus kujalani, tempatku melepas segala penat dan lelah dalam menjalani hari-hari, disinilah waktu ku terbanyak kuhabiskan untuk belajar dan bercengkrama dengan sahabat rekan kerja dan teman kampus. Di tempat ini aku lebih banyak menjalani hidup di dunia virtual daripada dunia nyata. Sejak kedatanganku di negeri ini, beginilah rutinitas yang harus kujalani. But, I try to enjoy it, as much as I could.

Ruangan ini, setelah kutinggalkan hampir tiga bulan lamanya. karena begitu liburan dimulai aku meninggalkan dorm dan menetap di Hsin chu selama 1 bulan untuk urusan pekerjaan, dan dua bulan berikutnya aku habiskan di kampung halaman tercinta buat liburan dan juga bekerja.

Aktivitas kuliah sebagaimana biasa mulai kujalani lagi, dua minggu disini lebaran idul fitripun tiba, aku pergi ke Taipei bersama tiga orang teman yang lain (ma, lu2 and Neny) di pagi buta. karena telat nyampe' di stasiun kami ketinggalan kereta dan harus naik Bus. Selesai shalat ied di Mesjid besar, komunikasi sejenak dengan beberapa teman yang juga berasal dari negara yang sama, berbincang dengan Istri Imam Ma, hingga akhirnya perjalanan berlanjut ke Taipei City Mall buat hunting masakan Indo yang selalu dirindukan, karena kebetulan di daerah sekitar kampus tidak ada yang jual, dan untuk masak di Dormpun tidak ada izin. Kami pulang lagi ke kampus sekitar pukul 4 sore. Esoknya kuliah seperti biasa, kebetulan esoknya aku harus masuk kuliah di jurusan lain dengan materi kuliah yang sangat menarik menurutku untuk dipelajari yaitu "Strategic Management".

perjalanan selanjutnya, Acara makan malam bersama teman2 seangkatan di restoran yang jaraknya tidak jauh dari kampus. Seperti biasa, hanya mencoba menikmati nasi putih, karena semua lauk yang disediakan dikhawatirkan kehalalannya. Dan mencoba bercengkrama dengan teman-teman jurusan dan juga tiga orang professor dari jurusanku.

Selanjutnya adalah Acara seminar di kampus, dengan pembicara seorang CEO dari salah satu perusahaan terkenal di Taiwan dan German namanya "Jack Wolfskin". Menarik mempelajari bisnis model yang diterapkan sama perusahaan ini. Seminar dibawakan dengan sangat baik sekali dan banyak pelajaran yang bisa diambil diantaranya yang paling sederhana adalah penerapan Team Work, threat customer as a family or friend, so you could understand what are your customer need, Never give up when u fall, Building the power through relationship, dan banyak lagi yang lain. Ada satu kalimat yang selalu terngiang ditelingaku dari bapak ini yaitu "Even somebody threat you with the bad thing, or he/she is not good for you, Just try to pretend he/she as your teacher, because he/she was give you good challenge and more chance to learn". Seminar ini diadakan oleh professor yang mengajar mata kuliah Information Technology and Innovation, namanya Prof. Maggie Hu, beliau sengaja ngundang pembicara untuk kami para mahasiswa asing. Anyway, thanks a lot prof.

Perjalanan berikutnya adalah belajar tentang Experience Economy pada tanggal 26 november yang lalu, untuk mata kuliah yang sama yaitu mata kuliahnya prof. Maggie, kami bersama beberapa 3 orang mahasiswa asing dan beberapa mahasiswa dari jurusan lain juga disertai oleh beberapa orang professor mengunjungi sebuah kawasan culture industry yang berada di perbatasan Miaoli dan Taichung. Nama tempatnya Hua Dao Yau. Tempat ini, merupakan sebuah tempat yang disediakan untuk mengetahui bagaimana keramik, disamping itu di tempat ini juga tersedia 600 jenis tanaman.

Sebuah tempat yang menarik sekali buat dikunjugi, berada di tempat ini kita seperti merasakan semua musim, tempatnya berada di sebuah pegunungan yang dikelilingi areal persawahan yang sangat luas sejauh mata memandang. Kata salah seorang teman, kawasan ini adalah kawasan yang areal persawahannya paling luas di taiwan. Sepulang dari tempat ini, kami diajak ke sebuha restoran khas Hakka di Kawasan Dong Luo, dan akhirnya pulang pada pukul 7 malam.

Perjalanan berikutnya adalah, liburan bersama seluruh mahasiswa asing di Kenting, selama 2 hari, sepulangnya dari kenting keesokan harinya jemput dosen di bandara, terus ngantar beliau ke Taichung dan pulang malam. kemudian dua hari berikutnya berkungjung ke Tsing Hua universit bertemu dengan prof. Shen dari Tsing Hua dan dan Salah seorang Prof. dari Chiotung university. ini kali pertama bertemu dengan Aplle Cs setelah pengabdian di Aceh pada agustus lalu.

duch, kayaknya dah gak bisa dilanjutin nich, ini dulu dech and photonya ntar diupload.


Read More......

12/5/08

Saudaraku, Bersyukurlah....

Saudaraku..
Hari ini aku terbangun dengan panggilanmu. Lagi-lagi engkau mendengarkan suara lemahku, lagi-lagi engkau mendengarkan suaraku yang dalam, dan hampir tidak kedengaran jelas di telingamu. Seperti biasa, aku mendengar kekhawatiran disana, Kenapa?? Kamu sehat kan?? katamu. Aku mengiyakan dan berusaha meyakinkanmu kalau aku, adik kesayanganmu baik-baik saja...

Saudaraku, Malam ini aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu, juga saudara kita yang lain, kalian berlima, wahai pangeran yang selalu kuhormati, kusanjung tinggi, kudoakan dikala sujud malamku, dan kurahapkan jika kelak ku bisa membuatmu tersenyum dengan tangan dan tetesan keringatku. Iya, mungkin kalian tidak pernah berharap untuk aku berbuat sebanyak itu, tapi ketahuilah, jalan hidup yang kutempuh saat ini bukan karena ingin kunikmati sendiri, aku berjuang saat ini bukan untuk bernafas sendiri, bukan untuk tersenyum sendiri, bukan untuk berbangga sendiri dan bukan untuk hari esok yang hanya akan kujalani sendiri tanpa senyum, dan harap dari kalian semua, wahai pangeranku...

Saudaraku, Mendengar setiap keluhan yang kalian utarakan, bukan aku enggan mendengarnya, bukan pula aku tidak mau perduli atas jalan hidup yang harus kalian jalani saat ini, bukan pula aku tidak pernah terfikir untuk berbuat untuk kalian semua. Ketahuilah, Jalan yang kupilih saat ini, karena ku ingin berubah, berubah bukan untuk diriku sendiri, tapi untuk kita, dan tentu saja untuk pahlawan kita.. Pahlawan yang tidak pernah memaksakan kehendaknya pada kita semua. Meski, aku tahu saudaraku, kalau kalian tidak pernah memberi dukungan atas apa yang aku pilih. Iya, aku tau terlalu besar kekhawatiran yang ada di benak kalian, kalau-kalau aku tidak akan bisa menjaga kepercayaan dan hanya akan membuat kalian susah... Sayang, untuk itupun tidak pernah ku tau langsung dari kalian semua, lagi-lagi aku harus mendengarkan itu semua dari orang orang tua kita. Kenapa?? kenapa saudaraku, ahh tapi sudahlah, bagaimanapun juga, mungkin begitulah cara kalian mengungkapkan kasih sayang yang sesungguhnya atasku, satu-satunya saudara perempuan kalian....

saudaraku, Sesekali betapa ingin ku membuatmu tersadar,bahwa nilai kebahagiaan yang ada pada kita bukanlah terletak pada materi, tapi bagaimana kita berusaha mensyukuri nikmat yang diberi oleh Allah setiap harinya. Saudaraku, aku tau betapa kalian ingin berubah, tidak lagi hidup seperti itu-itu saja, tapi saudaraku mungkin selama ini usaha yang kita lakukan tidak dibarengi dengan doa yang tulus ikhlas terhadapNYA. Maka dari itu saudaraku, cobalah bercermin pada diri sendiri, kita tidak perlu melihat ke orang lain, karena kita juga bisa hidup dan berbahagia dengan cara kita sendiri, kenapa harus selalu berpedoman kepada orang lain, jika itu semua hanya memberi kemudharatan pada kita.

Saudaraku, Bukan aku ingin menyalahkan kalian atas pilihan hidup yang kita jalani sekarang, tapi coba ingat dan renungkan kembali bahwa orang tua kita adalah orang tua yang paling demokratis dan tidak pernah memaksakan apapun pada anaknya, bukan aku menyesal atas pilihan hidup yang kalian jalani saat ini. Tapi aku, adikmu hanya ingin mengingatkan kalau dulu kalian selalu tersenyum dengan gelimang materi yang dipunyai oleh orang tua kita, kalian menyianyiakan itu, kalian memilih untuk hidup seperti sekarang, memilih bahagia sesaat dan menderita lebih lama. Tapi saudaraku, ketahuilah, apa yang kalian jalani sekarang tidak lebih buruk dari orang lain ataupun aku adikmu, hanya saja Allah menguji kita dengan cara dan jalan yang berbeda-beda, kita hanya dituntut untuk bersyukur, bersabar dan bertawakal. Maka dari itu saudaraku, sekali lagi, syukurilah apa yang kita punya sekarang, jangan melihat terlalu jauh ke atas, dan jangan pula hanya membuka mata untuk urusan dunia yang bisa berubah kapan saja...

Saudaraku, berhentilah mengeluh, berusahalah mewujudkan mimpi dengan jalan yang kita punya, tidak perlu memakai kekuatan orang lain, demi nilai kebanggaan yang belum tentu mampu kita pertanggungjawabkan esok.

Saudaraku, bukan aku ingin mengajarimu tentang bagaimana cara menyikapi hidup, aku tahu, kalian pasti lebih tahu daripada aku, tapi saudaraku, aku hanya ingin mengingatkan kalau hidup kita bahagia bukan hanya karena punya banyak materi, dan memulai sesuatu itu bukan harus dengan gelimang materi yang ada pada kita. Kenapa kalian tidak pernah bercermin pada orang tua kita, bukankah mereka membuat kita berada di titik sekarang semuanya dimulai dengan derita dan sekuat tenaga yang mereka punya, lalu kenapa kita tampak lebih lemah dari mereka??

Saudaraku, sekali lagi bersyukur dan berusahalah dengan apa yang kita punya. Dan ketahuilah saudaraku, adikmu saat ini belum siapa-siapa, maka jangan terlalu banyak menuntut padanya jika kau ingin melihatnya tetap seperti sekarang. Saudaraku, aku tidak sekuat apa yang kalian bayangkan, dan maka dari itu mohon pengertiannya, bersabarlah, doakan aku bisa merubah jalan hidup keluarga kita menjadi lebih lapang dari sekarang.

Saudaraku, Aku menyayangi kalian lebih dari apapun, Aku hidup untuk orang tua kita, dan kalian semua, maka dari itu bantu aku untuk tetap berada di jalan ini, jika kalian terus mengeluh, aku hanya takut kalau aku akan memilih cara yang berbeda untuk melihat kalian tersenyum bahagia, tetapi aku akan menangis untuk itu, karena cara itu tidak pernah aku inginkan, tapi kali ini mulai terfikirkan saudaraku, Maka dari itu bersabarlah....

dan
Bersyukurlah dengan apa yang kita punya saat ini.


Read More......

11/24/08

Membangun Rasa Percaya Diri

Rasa percaya diri sebenarnya dapat dibangun dari diri Anda sendiri, selama Anda tetap focus dan memperhitungkan apa yang akan Anda capai dalam hidup Anda, termasuk menemukan kesuksesan. Berikut beberapa langkah untuk membangun rasa percaya diri :

Persiapan. Menyiapkan perjalanan Anda menuju pribadi yang percaya diri. Anda perlu menyadari posisi di mana Anda berada sekarang, memikirkan tentang ke mana Andaingin pergi, memikirkan sebuah perjalanan yang menyenangkan pikiran Anda, dan komitmen diri Anda untuk memulai dengan apa yang Anda pikirkan dan tetap focus dengan pemikiran Anda.

Pencapaian. Anda dapat melihat apa yang telah Anda capai selama ini. Jika perlu, Anda dapat memasukkan top 10 hal terbaik yang pernah Anda terima, ke dalam sebuah “Achievement log”. Seperti kejuaraan, menjadi pemimpin tim di sekolah, atau Anda pernah membuat top skor dalam proyek bisnis Anda. Anda dapat menyimpannya dalam format dokumen yang mudah Anda lihat sesering mungkin, dan Anda bisa menghabiskan beberapa menit tiap minggu untuk menikmati kesuksesan yang telah Anda capai.

Pemikiran. Anda dapat berpikir tentang kekuatan yang Anda miliki. Dengan melihat penyimpanan kesuksesan Anda, dan merefleksikannya pada kehidupan Anda sekarang, Anda dapat berpikir mengenai kekuatan dan kelemahan Anda. Dari sini, Anda dapat memikirkan mengenai kesempatan untuk sukses dan ancaman yang menghalangi Anda.

Pengaturan. Men-setting tujuan dan pikiran Anda dapat memunculkan rasa percaya diri. Tujuan hidup adalah proses di mana Anda akan menargetkan diri Anda untuk mencapainya, dan mengukur kesuksesan dari target yang telah Anda peroleh nantinya. Mengatur pikiran Anda, dapat menghilangkan sisi pikiran yang berbicara mengenai hal negative dan mampu memperkuat mental Anda. Yang terakhir, komitmen atau janji Anda untuk mencapai kesuksesan. Jika Anda masih bingung dengan komitmen, Anda dapat menuliskannya dalam diary dan tetap berpikir rasional juga focus untuk mencapai apa yang Anda tulis.

Enjoy. Ketika Anda sudah memulai segala usaha untuk membangun kepercayaan dalam diri Anda, mungkin Anda tidak perlu terlalu berpikir keras dan mengejar kesempurnaan. Anda dapat menikmati usaha yang sedang Anda jalankan, untuk mencapai kesuksesan yang lebih baik.

Perayaan. Jika Anda telah memulai dengan tujuan kecil, maka Anda dapat membuatnya sebagai tujuan untuk menimbulkan kebiasaan, meraih tujuan tersebut, dan merayakan kesuksesan yang Anda terima. Anda dapat mensyukuri hasil yang telah Anda peroleh dari usaha dan kerja keras Anda, dengan merayakannya, mungkin dengan teman atau keluarga.

Hal yang paling penting adalah Anda tetap berada dalam pikiran yang positif, tetap merayakan dan menikmati kesuksesan, dan menjaga kekuatan mental. Rasa percaya diri juga muncul dari kegagalan, selama Anda belajar dari kegagalan tersebut dan Anda tetap berpikir positif atas kegagalan tersebut, maka mental Anda juga semakin kuat.

Jika kepercayaan diri Anda telah tumbuh walaupun sedikit, Anda dapat membuat tujuan hidup yang lebih besar lagi dan menambah tingkat kekuatan komitmen Anda untuk mencapai kesukesan yang Anda impikan. Namun, mungkin sebaiknya Anda tidak membuat kepercayaan diri Anda melebihi fakta yang sebenarnya atau yang disebut percaya diri yang berlebihan. (h_n)

Read More......

12 Langkah Menuju Kesuksesan

Anda adalah pemenang!
Anda adalah pemenang jika Anda tetap focus terhadap apa yang menjadi tujuan Anda. Segalanya akan berjalan dengan hasil yang terbaik untuk siapa saja yang membuat jalan terbaik dalam meraihnya. Rahasia kesuksesan terletak dari cara pandang hidup seseorang yang memandang hidup adalah sebagai pola yang akan memimpin ke dalam penghargaan diri sebagai pemenang. Seorang pemenang tidak akan menilai kehidupan hanya sependek apa yang dapat dilakukan sekarang, namun melihat kehidupan sebagai langkah untuk mengarungi bermil-mil perjalanan untuk mencari masa depan yang baru dan lebih baik. Lalu bagaimana Anda dapat meraih kemenangan dalam berbagai aspek hidup Anda?

Lakukan apa yang Anda sukai. Temukan hasrat dan keinginan Anda. Lakukan apa yang Anda sukai untuk membuat sesuatu yang beda, karena jalan untuk menghasilkan pekerjaan yang besar, adalah pertama, dengan melakukan pekerjaan yang disukai.

Jadilah orang yang berbeda. Berpikirlah yang berbeda, karena ada pepatah mengatakan, “Lebih baik menjadi bajak laut daripada ikut para angkatan laut”.

Lakukan yang terbaik untuk setiap pekerjaan. Janganlah mudah tertidur, kesuksesan menghasilkan kesuksesan yang lebih banyak. Jadilah lapar akan hal tersebut. Mendengarkan orang lain dengan kesabaran akan menghasilkan kesempurnaan.

Membuat analisis diri. Jika Anda masuk ke atau memulai perusahaan baru, buatlah daftar kelemahan dan kekuatan Anda dan perusahaan Anda dalam selembar kertas. Jangan ragu-ragu untuk mengkritik perusahaan Anda.

Jadilah pengusaha. Lihatlah hal yang besar selanjutnya. Temukan ide yang dibutuhkan secara cepat dan beraksilah secara meyakinkan, walaupun terkadang langkah pertama memang yang paling berat. Namun, setidaknya Anda dapat mengambil langkah pertama dengan keberanian, mengikuti isyarat hati dan intuisi Anda.

Mulai dengan sedikit, berpikir secara besar. Jangan khawatir mengenai banyaknya hal yang terjadi dalam waktu yang bersamaan. Anda dapat mengambil hal yang mudah untuk memulainya, lalu beranjak ke hal yang lebih sulit. Berpikirlah tidak hanya untuk besok, tapi juga masa depan.

Menjadi market leader. Anda dapat mengontrol teknologi dalam segala hal yang Anda lakukan. Jika ada teknologi yang lebih baik, Anda dapat menggunakannya, tidak peduli apakah orang lain menggunakannya atau tidak. Jadilah yang pertama, dan Anda dapat membuatnya menjadi sebuah standard industri.

Berfokus pada hasil. Banyak orang akan melihat performance Anda, sehingga Anda dapat berfokus pada hasil dari performance Anda. Jadilah ukuran dari sebuah kualitas, karena desain yang menarik akan membuat hasil yang lebih.

Menanyakan umpan balik (feedback) dari orang-orang yang berbeda background. Setiap orang akan mengatakan kepada Anda satu hal yang berguna. Namun, ada beberapa orang yang mungkin tidak berani jujur untuk mengkritik Anda, terutama bila Anda memiliki wibawa atau sebuah jabatan.

Inovatif. Inovasi membedakan seoarng leader dengan follower. Anda dapat berkonsentrasi untuk membuat hal yang penting dan inovasi yang radikal. Banyak perusahaan yang memiliki orang-orang yang pintar, namun diperlukan beberapa inovasi untuk menyatukannya.

Belajar dari kegagalan. Seringkali ketika Anda membuat inovasi, Anda juga membuat kesalahan. Langkah terbaik adalah mengakui kesalahan dengan cepat, dan segera melakukan improvisasi dari inovasi lainnya.

Belajar tiada henti. Selalu saja ada satu hal yang harus dipelajari. Anda dapat belajar dari antar departemen, pelanggan, competitor, partner kerja, atau dari luar perusahaan Anda. Jika Anda bekerja dengan partner kerja yang tidak Anda sukai, maka belajarlah menyukainya. Anda dapat belajar mengkritisi musuh Anda secara terbuka, namun tetap jujur.

(h_n)

Read More......

11/21/08

Shontelle-Battle Cry (Just for My Motivation)

I like this song, It try to describe about the competition in our life, about the struggle, and how to survive. Shontelle voice in this song is could make me comfortable. I try to put here, to keep my motivation in my learning and the journey to find the good thing in my life. Hopefully, you can enjoy it as well :)



Yeah
Hey hey hey
Hey hey hey
Hey hey hey

We've been deep in the trenches
Aint that friendship
Its not always roses (but)
Everybody knows this
We stuck in this battle field
I know just how you feel
Standin up for us (yeah)
Ima be a soldier

You give me hope (hope)
You give me strength

(strength)
I'd give you better than i could ever give myself
Always know that (that)
I got your back (your back)
Dont matter wherever
As long as were together (we've been through too much)
[battle cry lyrics on http://www.kovideo.net/ ]
We've been through too much
Time for us to group up
Come on and lets stand up now for us
This is our battle cry
Promise you that im certified
All we gotta do is stand up now for us
This is our battle cry

Hey hey hey-ey
Hey hey hey-ey
Hey hey hey-ey
This is our battle cry

It's so hard when the night falls
And i don't get your phone calls
Your everything to me
You heal me when these bullets go through me
And if i had to retreat
I know you'll fall back with me
And if you got problems
You already know whose going to solve 'em

You give me hope (hope)
You give me strength (strength)
I'd give you better than i could ever give myself
Always know that (that)
I got your back (your back)
Dont matter wherever
Because we'll always be together

We've been through too much
Time for us to group up
Come on and lets stand up now for us
Standing up for us)
This is our battle cry
Promise you that im certified
All we gotta do is stand up now for us
This is our battle cry

(hey)

Now its time to get focused
I aint saying nothing man
You already know this
So when called flow, then flow this
And if you need to swim
I'ma bring a boatless floatless
Now i dont need to sound so manotnis
If you need something from me
Call me i got this
And i dont give you what you need from me
And ima be right there when i need to be

We've been through too much
Time for us to group up (c'mon)
Come on and lets stand up now for us
(as long as were together we've been through too much)
This is our battle cry
Promise you that im certified
All we gotta do is stand up now for us (standing up for us-uss)
We've been through too much
Time for us to group up
Come on and lets stand up now for us
(standin up for us)
This is our battle cry
Promise you that im certified
All we gotta do is stand up now for us
This is our battle cry

Hey hey hey (this is our battle cry)
Hey hey hey
Hey hey hey (this is our battle cry

Read More......

No Matter How Down We Feel

And how much the sadness is real
We are willing to go the way
Even if the goal seems far away

Our aim is clear
And there is nothing to fear
Allah (swt) will help us surely
If we obeyed Him truly

There is nothing so hard
We just have to cross the yard
So let us do what we should
Or try to do what we could
Why not? What else shall we do?
Come on let us drive through and through

Are you happy with what we are?
I'm asking Muslims near and far
Don't you think it is enough?
Talking about silly stuff
Isn't it time to wake?
And give more than we take?

I'd leave the answers for you
And wait to see what we'll do…

Read More......

11/19/08

So Small ( The contemplation of an effort and achievment )

Hidup..
Terkadang memang sulit untuk difahami, permasalahan kecil yang seharusnya mampu diselesaikan dengan cara yang sederhana harus dibiarkan berlarut-larut hingga terasa begitu besar dihadapan kita. begitu juga sebaliknya kita sering menganggap hal-hal besar seakan sangat sederhana dan tidak memerlukan pemikiran dan cara yang tepat menyelesaikannya, hingga tidak jarang kegagalan tercipta begitu saja oleh karena langkah kita yang tidak tepat untuk menyelesaikannya.

Mungkin lagu berikut bisa menggambarkan sesuatu tentang perjalanan hidup yang kerap hadir di hari-hari kita. I like this song so much...



Yeah, Yeah

[Verse 1]
What you got if you ain't got love
the kind that you just want to give away
It's okay to open up
go ahead and let the light shine through
I know it's hard on a rainy day
you want to shut the world out and just be left alone
But don't run out on your faith

[Chorus]
'Cause sometimes that mountain you've been climbing is just a grain of sand
What you've been up there searching for
forever is in your hands

When you figure out love is all that matters after all
It sure makes everything else
seem so small

[Verse 2]
It's so easy to get lost inside
a problem that seems so big at the time
it's like a river thats so wide
it swallows you whole
While you sit around thinking about what you can't change
and worrying about all the wrong things
time's flying by
moving so fast
you better make it count 'cause you can't get it back

[Chorus]
Sometimes that mountain you've been climbing is just a grain of sand
What you've been up there searching for
forever is in your hands
When you figure out love is all that matters after all
It sure makes everything else
Seem so small

Sometimes that mountain you've been climbing is just a grain of sand
What you've been up there searching for
forever is in your hands

When you figure out love is all that matters after all
It sure makes everything else
Oh it sure makes everything else
Seem so small

Yeah, Yeah

Read More......

11/14/08

Keabadian, Versi Sang Sahabat

,Permulaan malam ini, sang sahabat menyapa seperti biasa dengan gaya bahasa yang khas, deretan-deretan kalimat mulai bermunculan di jendela messenger yang biasa kugunakan sebagai media komunikasi online di dunia maya. Kami berbicara panjang lebar seperti biasa, akhir-akhir ini ada sesuatu yang membuat semangat untuk merubah status YM dari yang biasanya selalu dipasang icon Busy berganti menjadi available karenanya.. Entah kenapa aku selalu tetap betah berbicara dengannya. Dan aku selalu bisa menyempatkan berbagi cerita dengannya tentang segala hal, di sela kesibukanku melakukan setumpuk tugas kampus dan pekerjaan yang harus aku selesaikan setiap hari.

Hari ini kami berbicara, sambil menemaninya pulang, yach ia pulang malam ini ke kampungnya. Yang menghabiskan waktu sekitar 5 jam dari tempat tinggalnya sekarang. Sepertinya pembicaraan malam ini mengalir tanpa arah dari mulai sekedar bercerita tentang keseharian ku dan dia hari ini, hingga entah kenapa sampai aku menanyakannya apakah ia menyukai bunga.

Mungkin ketika aku berbicara dengannya aku sedang teringat tentang seseorang yang begitu menyukai mawar, hingga iapun tak mampu berpaling dari orang yang telah meninggalkannya karena ia sering dikirimi mawar. Hmm.. alasan seseorang untuk setiap tindakan dan jalan hidup yang dia pilih memang beragam, dan tugas kita hanyalah berusaha untuk selalu mendengarkan setiap cerita yang mengalir dari para sahabat dan orang-orang disekitar kita, dan juga menghargai setiap pilihan dan keputusan untuk jalan hidup yang mereka jalani, begitu kalau menurutku. Tiba-tiba aja aku menanyakan yang satu ini ke sahabat yang sedang berbicara denganku tadi. Kami memang belum lama dekat, aku mengenalnya setahun lalu, karena dia pernah menjadi salah seorang peserta di pelatihan yang aku buat. Yach, mungkin Allah memang menakdirkan kami untuk dekat karena begitu banyak peserta yang mencoba selalu keep in touch denganku setelah rangkaian demi rangkaian kegiatan selesai. Namun hanya dia yang mampu membuatku mengingat namanya hingga hari ini. Dan kami dekat, sejak sebulan aku mengenalnya.

Namun kami hanya sempat saling mengenal sepintas, hingga harus dipisahkan oleh jarak ribuan kilometer yang akhirnya membuat kami jarang komunikasi diawal-awal kedatanganku di negeri ini. Memang sih kami sering komunikasi via media online, jika kebetulan kesibukannya dikantor lagi berkurang dan akupun punya waktu untuk menyapanya. Namun pembicaraan selalu terlalu biasa. Karena mungkin dia terlalu menghormati aku sebagai seseorang yang pernah menjadi gurunya.

Kepulanganku kemaren membuat kemungkinan untuk kami bertemu kembali, meski sempat hilang komunikasi selama beberapa bulan, namun ternyata Allah menakdirkan untuk bertemu kembali, dan pertemuan kali ini membuat kami semakin dekat layaknya sahabat.. yach dia kuanggap sahabat sekarang bukan lagi sekedar teman yang gampang untuk melupakan dan dilupakan..

Dan malam ini, entah kenapa tiba-tiba saja aku menanyakan pertanyaan ku yang satu ini padanya.

Q: y km suka bunga gak??
A: Suka
Q: Suka bu
nga apa
A: Edelw
eiss yang abadi bersama y
Q: hahhh, abadi gimana??

Dia lama terdiam, dan akhirnya mengatakan kalau HPnya lowbath... :)

Tiba-tiba aku mulai mengingat-ingat cerita-ceritanya yang ia sampaikan padaku. Aku mulai memahami makna keabadian dari bunga edelweiss yang disukainya. Tapi ini hanya pemikiranku saja, bisa jadi benar, bisa jadi juga salah.

Seminggu setelah ku mengenalnya setahun yang lalu, janji ketemu di sebuah kafe ba'da magrib, kami mulai berbicara tentang sedikit latar belakang dan lainnya. Setelahnya, entah kenapa mungkin ia percaya denganku, hingga akupun dipercaya untuk mendengar ceritanya. Satu malam menjelang pukul 12, ia mengirimkan sebuah pesan singkat kalau ia lagi galau, lalu ku coba untuk telpon beberapa kali, tapi telponnya gak diangkat. Dan akupun mulai kebingungan apa yang harus aku lakukan untuk bisa menolongnya. Jika aku datang menemuinya tentu saja itu tidak memungkinkan lagi, ini sudah larut malam, dan di negeri ini bukanlah sesuatu yang biasa buat seorang wanita sepertiku untuk keluar rumah lagi.

Akhirnya malam aku coba menuliskan baris-baris kalimat yang ku anggap akan mampu membuatnya sedikit tenang dan terlelap. Dan akupun tidak bisa memejamkan mataku malam itu, aku begitu mengkhawatirkannya. Iya aku memang selalu berusaha berbuat untuk para sahabatku... moga akan begini selamanya..

Keesokan harinya sepulangnya aku dari tempat kerja, ku sempatkan diri untuk menemuinya, kami menghabiskan sore di sela-sela keramaian kota banda, dan akhirnya berhenti di sebuah tempat persinggahan anak muda yang lumayan terkenal disana. Semula aku hanya mencoba untuk diam, menunggunya untuk berbicara tanpa ditanya, namun setelah menit-menit berlalu, ternyata kami hanya saling diam dan akhirnya akupun mencoba memberanikan diri dan menanyakan apa yang telah membuat air matanya tumpah tadi malam. Semula ia hanya diam, tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. Ku coba memperhatikan jauh ke tatapan matanya, dan kudapati galau dan bias kesedihan disana, dan iapun tak mampu menahan tatapanku dan akhirnya airmatanya tumpah begitu saja. Di tempat itu, aku hanya mencoba membiarkannya menangis,

Menangislah,, kalau itu bisa melegakan kamu, kataku... akhirnya iapun mulai bercerita tentang penyebab dari kesedihannya kali ini. Aku mendapatinya begitu rapuh dan kecewa, ia lagi-lagi karena alasan itu-itu saja. Alasan ini sudah mulai terbiasa kudengar dari sahabat-sahabatku. ditinggalkan, dikecewakan, terlanjur sayang, kebencian, dan setumpuk istilah yang mungkin akan membuatku enggan melanjutkan cerita ini...

Tapi, biarlah 1 jam di malam ini kuhabiskan untuk mengenangnya, bercerita tentangnya, mungkin satu saat jika Allah bertakdir lain, paling tidak masih ada sedikit yang tersisa tentang dia sini, di ruang ini. Mungkin satu saat aku tidak lagi mampu menyimpannya rapi setiap lyrik-lyrik cerita tentangnya di memori kepalaku, mungkin disaat itulah aku masih bisa mendapatinya disini. di ruang ini..

Ya, sore itu, setelah isak tangisnya mereda, ia mulai bercerita kalau ia pernah punya seseorang yang begitu spesial di hidupnya selama hampir 3 tahun lamanya, hubungan yang dijalani dengan rentang jarak yang begitu kentara, namun mereka mampu menjaga hati dan berjanji setia satu sama lain. Hari-hari yang dijalani ternyata tidak selamanya berjalan sesuai keinginan hati, terlalu banyak pertengkaran, terlalu banyak perbedaan pandangan hingga perpisahanpun menjadi pilihan untuk menyelesaikan semua permasalahan yang mereka hadapi.

Namun siapa sangka kalau hati terkadang tidak bisa berjalan beriringan dengan logika. Hati terlanjur mencinta namun keadaan tidak memungkinkan untuk berjalan bersama hingga ke tujuan berikutnya. Karena perbedaan pandangan hanya akan membuat sakit satu sama lain, ego yang selalu menjadi penghalang untuk membuat bibir tersenyum dan binar bahagia menghilang dari tatapan mata. Akhirnya menjadi alasan untuk berpisah dan mencoba saling melupakan satu sama lain. Namun siapa sangka kalau rasa itu terus tumbuh, terkadang begitu merindu, lalu seketika berubah menjadi benci, dan terkadang air matanya harus tumpah untuk mengenang semuanya. begitu urai cerita yang bisa kutangkap dari pembicaraan disela isak tangisnya.

Dan, sore itu ia mulai merangkai kata kalau kemaren Allah menakdirkan mereka bertemu disebuah persimpangan jalan, beradu pandang, sang sahabat mencoba menegur mantan pujaan hati yang tampak berjalan bersama sang mama. Namun sapaan hanya dibalas dengan buang muka, seketika dada terasa sesak dan air matapun tumpah begitu saja sepanjang perjalanan menuju rumah.

Ia tidak menyangka ternyata sang lelaki begitu membencinya hingga beranggapan seperti tidak mengenalnya, padahal dulu kebersamaan itu seperti tiada batas, kebersamaan itu telah mampu membuat sinar matahari semakin benderang dan bias rembulan yang selalu tampak indah dimatanya, lembutnya bisikan angin yang selalu merdu ditelinga, dan untaian kerinduan yang selalu mampu tersampaikan lewat segala media, lewat dingin malam, lewat sinar rembulan, lewat deraian ombak yang menerpa karang, lewat susunan kalimat di setiap chating atau email yang ia baca, lewat suara yang bersahaja yang terdengar melalui telephone, bahkan lewat urai cerita yang tersampaikan di lembaran-lembaran kertas sederhana.

Dan hari ini, sepertinya ia tidak berani berhadapan dengan kenyataan jika si lelaki telah menghapus namanya dari sisi hati, atau mungkin si lelaki sengaja melakukannya karena sebenarnya ia lebih rapuh dari sang sahabat, hingga mata itupun tak mampu untuk menatap, hingga yang tampak hanyalah binar permusuhan yang seakan telah tercipta sekian lama.

Itulah urai cerita yang kudengar dari sang sahabat. Dan aku sempat terdiam beberapa saat, tidak tau darimana harus ku mulai untuk menguatkannya. Kucoba mengucap rangkaian kata yang kuanggap mampu menghiburnya, tanpa terasa senja mulai menyapa, Alhamdulillah setelah sekian lama, ku lihat seulas senyum di bibir manisnya, entah itu bertandan apa? apakah memang ia merasa sedikit terobati dengan diskusi yang kami lakukan, atau ia sedang mencoba tampak tegar dihadapanku? entahlah, paling tidak, aku telah mencoba menjadi pendengar terbaik untuknya, paling tidak aku telah mencoba memberikan sedikit gambaran kalau terkadang Allah memang tidak selalu memberi apa yang kita inginkan, Namun IA tentu akan memberi apa yang sebenrarnya kita butuhkan, itulah baris kalimat yang selalu ku ingat ketika aku merasa kecewa terhadap sesuatu, dan ku coba katakan ini untuk sang sahabat. Senyum itu, Meski aku tidak bisa memastikan apakah ini akan bertahan lama, atau malah air matanya akan tumpah setelah kami pulang dari tempat itu dan berpisah satu sama lain. Sekali lagi ku berucap Alhamdulillah, karena malam itu aku mendapati pesannya kalau ia baik-baik aja, dan merasa damai setelah kami bertemu sore itu. Sekali lagi aku berucap syukur ke Allah karena DIA telah memberiku kesempatan untuk menenangkannya.

Begitulah perjalanan singkat yang sempat kami jalani bersama, memang hari-hari yang ada seperti hanya sisa hari yang aku punya untuknya hingga akupun disibukkan dengan keberangkatanku ke negeri ini. Namun di perjalanan singkat itu, aku melihat sosoknya yang mulai kuat dan mencoba berfikir positive menjalani semuanya. Meski aku tau, betapa dalam harap dan cinta yang sudah tertanam dihatinya kepada si lelaki, hingga hingga hari akhir sampai kami terpisahkan oleh jarak yang begitu kentara yang masih sering bercerita tantang si lelaki yang telah meninggalkannya. Itu menandakan kalau ia tak mampu menghapus nama itu di hatinya.

Dan, beberapa minggu yang lalu kembali aku mendapati pesan singkatnya yang begitu menampakkan gurat kesedihan, karena Allah mempertemukannya dengan si lelaki. Dan kali ini aku hanya terdiam, jarak yang begitu jauh membuat aku tidak mampu berbuat banyak untuknya, seperti biasa, dalam kondisi galau ia selalu memutuskan untuk tidak mau berinteraksi dengan siapapun, termasuk denganku, lagi-lagi aku gelisah di sini memikirkannya, aku begitu takut kalau-kalau hal buruk akan terjadi padanya. Aku hanya berdoa, semoga Allah menenangkannya disana, dan semoga Allah menjaganya....

Mungkin inilah keabadian yang ia gambarkan padaku disela-sela perjanannya pulang tadi, ini hanya mungkin, bisa jadi gak.. Sudah berapa kali aku menyarankan untuk ia membuka diri dan menerima kehadiran yang lain dihatinya. Namun ternyata nama itu selalu saja mengalahkan cara pandangnya terhadap yang lain, padahal begitu banyak tulus hati yang ingin berjalan berdampingan dengannya. Namun sepertinya ia tidak mampu melihat sinar keindahan dari tempat yang berbeda, entahlah... Berharap suatu saat Allah benar-benar membuka mata dan hatinya untuk menerima hati yang lain yang akan membuatnya bibirnya tersenyum kembali...

Lalu keabadian menurut cara pandangku, agaknya sedikit berbeda denganya, aku mencoba membuat segala sesuatunya abadi, mengbadikan setiap perjalanan yang telah aku jalani, mengabadikan nama dari pribadi yang terlanjur kutemui, mengabadikan setiap kepahitan dan manis yang sudah ku telan. mencoba mengambil setiap pelajaran agak yang buruk tidak pernah terulang dan yang baik mampu terus dijalankan. yach.. biarlah aku seperti ini...



Gambar dari:
http://www.flickr.com
http://www.hotprofilegraphics.com

4 50M30N3

Read More......

Ruang Bebas, Untuk Pemikiran yang Bebas

Mungkin ini benar?? benarkah? entahlah, tapi sepertinya iya. Akhir-akhir ini aku begitu menyukai kesendirianku. Mencoba berinteraksi dengan fikiran sendiri, mencoba menyusun kata-demi kata hingga menjadi satu kalimat, lalu kalimat itupun berubah menjadi urutan-urutan paragrap yang hanya mampu kupahami sendiri. Iya, karena ruang ini hanya kuperuntukan untuk ku sendiri. Bukan berarti aku tidak memperbolehkan orang lain untuk mampir disini. Sama sekali tidak. Hanya saja ini bukanlah sebuah tempat yang nyaman bagi siapapun untuk singgah, karena isinya hanyalah bias-bias fikiran yang muncul dari segala kondisi. Yang bisa jadi akan menimbulkan segudang pertanyaan ataupun apalah namanya, bagi orang-orang yang mungkin mengenalku.

Tapi yang jelas ini hanya sebuah ruang recycle bin untukku. yang isinya bisa jadi akan di restore lagi atau malah akan di delete permanen di kemudian hari. Mungkin saja ia hanya berupa bias kegelisahan, ungkapan kebahagiaan, untaian-untaian kata yang tidak tersampaikan dengan mulut mungilku. Ia hanya pantas kugoreskan disini. Mengapa??
Iya, karena akhir-akhir ini semuanya fikiran sepertinya mencoba menjejali ruang kepalaku. Semuanya seperti mendesak untuk segera dikeluarkan, ditumpahkan ataupun dibuang, atau entahlah.. akupun tidak tau apa istilahnya.

Aku hanya ingin membiarkannya mengalir dari kepalaku melalui tekanan-tekanan keyboard yang akhirnya tumpah disini, di ruangku yang sengaja kurancang senyaman mungkin dimataku. Buat tempatku berteduh, jika mata dan otakku sudah mulai lelah memahami setiap materi yang harus kuurai dan kurangkai kembali dengan bahasa dan kalimatku sendiri. Itulah rutinitas yang harus kujalani setiap malam di negeri ini, demi mimpi, demi orang-orang yang aku sayang, dan demi perjalanan berikutnya. Entahkah itu masih di alam ini, ataupun di perjalanan berikutnya. Berharap mimpi itu segera menjadi nyata, semoga...

Jika terdapat interpretasi yang salah dari para sahabat yang sempat mampir ke ruang ini, mohon maaf, bukan maksud untuk membuat kalimat yang membuat sahabat bingung, hanya saja ini adalah ruang persinggahan kala kelelahan atau kala ku ingin berinteraksi dengan fikiranku sendiri. Ruang bebasku, dengan gaya bahasa yang bebas, untuk tulisan bebas, dengan judul-judul yang bebas pula. Ku rancang ruang ini bukan untuk membuat sahabat suka pada tulisannya, jika memang ada pelajaran yang bisa diambil dari sini Alhamdulillah, jikapun tidak, maka jangan buang waktu lama-lama disini kawan, sekarang saatnya segera berlalu dari sini, percuma menghabiskan waktu lama-lama... akan banyak pekerjaan yang lebih bermanfaat yang sebaiknya sahabat lakukan.



Read More......